Mau nuliz lagi neh. Kali ne tentang kizah cintaku. Hehehe. . .
Diumurku yg skarang, jelaz aku udah pernah ngerazain yg namanya pacaran. Aku mulai bener2 coba pacaran itu paz duduk dikelaz 1 SMA, tapi udah mulai suka ma cowok tuh mulai dari SD.. Hehehe, ganjen ya?!
Tapi untuk cerita aku pacaran, ato gimana2nya itu aku tuliz laen kali deh. Untuk skarang aku pengen nuliz tentang "aku & anak bungzu".
Mungkin ada yg bingung pa makzudnya aku tuliz gitu. . . Sedangkan aku sendiri adalah anak sulung, truz pa hubungannya?? Hehehe. . .
Jadi gini lho, dari beberapa cowok yg pernah jadi pacarku, entah itu kebetulan atau emang ada yg tersembunyi dibalik itu, yg pazti kebanyakan dari cowok itu adalah anak bungzu. Nah lho??! Kalo cuma skali atau dua kali boleh deh dibilang kebetulan, tapi ini udah berkali2. Buatku agak aneh sih. Mulai dari cowok yg kutakzir, truz cowok yg suka sama aku, sampe yg bener2 jadi pacarpun itu kebanyakan anak bungzu. Pernah sih ada yg bukan anak bungzu,cuma anak kedua tapi itu juga mereka sama2 anak tengah. Truz cuma 1 yg sama dengan aku, sama2 anak tunggal. Selebihnya anak bungzu semua. Hehehe.
Kata orang2 dulu sih emang kalo anak sulung cocoknya sama anak bungzu, biar sama2 saling melengkapi. Mungkin biar yg sulung biza manjain yg bungzu. Tapi ga juga deh, malah aku yg sok manja sama pacar2ku dulu, padahal akulah yg haruznya manjain mereka. Tapi kalo emang kebetulan ya ga gini2 juga kaleee.. Ini mah udah kezeringan. Hehe.
Smuanya mazih jadi rahazia yg diataz, bukan cicak tapi Tuhan YME. Hehe. Apa mungkin nanti suamiku juga adalah anak bungzu ??? Only God knowz. Ya mau anak bungzu, tengah, atau sama2 sulung aku ga peduli, yg penting dia sayang sama aku, pazti aku bahagia. Hehehe.
Senin, 26 Juli 2010
Sabtu, 24 Juli 2010
Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku..
Pada tahun 1971 koran New York pozt menuliz kizah nyata tentang seorang pria yg hidup disebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yg cantik dan baik hati. Sayangnya dia tidak pernah menghargai iztrinya.
Satu malam dia memutuzkan untuk mengadu nazib ke kota bezar New York. Dia mencuri uang tabung iztrinya, lalu naik biz menuju utara, ke kota bezar, ke kehidupan yang baru. Bersama2 beberapa temannya dia memulai bizniz baru. Untuk beberapa saa dia menikmati hidupnya. Sex,gambling,drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalug. Bizniznya gagal, dagn ia mulai kekurangan uang. Lalu ia mulai terlibat dalam kazuz kriminal. Ia menuliz cek palzu & menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naaz, dia tertangkap. Polizi menjeblozkannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia 3 tahun penjara.
Menjelang akhir maza penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan iztrinya. Dia rindu keluargannya. Akhirnya dia memutuzkan untuk menuliz surat kepada iztrinya, untuk menceritakan betapa menyezalnya dia. Bahwa dia mazih mencintai iztrinya dan anak2nya. Dia berharap dia mazih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin skarang sudah terlambat, oleh karna itu ia mengakhiri suratnya dengan menuliz, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau mazih ada perazaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau mazih mau aku kembali padamu, ikatkan sehelai pita kuning bagiku, pada satu2nya pohon beringin yg berada dipuzat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa2. Aku tidak akan turun dari biz, dan akan teruz menuju Miami. Dan aku berjanji tidak akan pernah lagi mengganggu engkau & anak2 seumur hidupku.
Akhirnya hari pelepazan tiba. Dia sangat gelizah. Dia tidak menerima surat balazan dari iztrinya. Dia tidak tau apakah iztrinya menerima suratnya ataupun skalipun dia membaca suratnya, apakah dia mampu mengampuninya?? Dia naik biz menuju Miami, Florida, yg melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat gugup. Seizi biz mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir buz itu, "Tolong, paz lewat White Oak, jalan pelan2... Kita mezti lihat apa yg akan terjadi..."
Hatinya berdebar2 saat biz mendekati puzat kota White Oak. Dia tidak brani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deraz. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetez dimatanya. Dia tidak melihat sehelai pita kuning. . . Tidak ada sehelai. . . Melainkan ada seratuz helai pita2 kuning... Bergantungan di pohon beringin itu. . . Ooh. . . Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning !!!!!!!!!!!!!
aku ingin mencintaimu sesederhana & setuluz wanita pengikat pita kuning itu.
copaz.
Satu malam dia memutuzkan untuk mengadu nazib ke kota bezar New York. Dia mencuri uang tabung iztrinya, lalu naik biz menuju utara, ke kota bezar, ke kehidupan yang baru. Bersama2 beberapa temannya dia memulai bizniz baru. Untuk beberapa saa dia menikmati hidupnya. Sex,gambling,drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalug. Bizniznya gagal, dagn ia mulai kekurangan uang. Lalu ia mulai terlibat dalam kazuz kriminal. Ia menuliz cek palzu & menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naaz, dia tertangkap. Polizi menjeblozkannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia 3 tahun penjara.
Menjelang akhir maza penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan iztrinya. Dia rindu keluargannya. Akhirnya dia memutuzkan untuk menuliz surat kepada iztrinya, untuk menceritakan betapa menyezalnya dia. Bahwa dia mazih mencintai iztrinya dan anak2nya. Dia berharap dia mazih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin skarang sudah terlambat, oleh karna itu ia mengakhiri suratnya dengan menuliz, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau mazih ada perazaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau mazih mau aku kembali padamu, ikatkan sehelai pita kuning bagiku, pada satu2nya pohon beringin yg berada dipuzat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa2. Aku tidak akan turun dari biz, dan akan teruz menuju Miami. Dan aku berjanji tidak akan pernah lagi mengganggu engkau & anak2 seumur hidupku.
Akhirnya hari pelepazan tiba. Dia sangat gelizah. Dia tidak menerima surat balazan dari iztrinya. Dia tidak tau apakah iztrinya menerima suratnya ataupun skalipun dia membaca suratnya, apakah dia mampu mengampuninya?? Dia naik biz menuju Miami, Florida, yg melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat gugup. Seizi biz mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir buz itu, "Tolong, paz lewat White Oak, jalan pelan2... Kita mezti lihat apa yg akan terjadi..."
Hatinya berdebar2 saat biz mendekati puzat kota White Oak. Dia tidak brani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deraz. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetez dimatanya. Dia tidak melihat sehelai pita kuning. . . Tidak ada sehelai. . . Melainkan ada seratuz helai pita2 kuning... Bergantungan di pohon beringin itu. . . Ooh. . . Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning !!!!!!!!!!!!!
aku ingin mencintaimu sesederhana & setuluz wanita pengikat pita kuning itu.
copaz.
Kamis, 22 Juli 2010
Dirikuh
Namaku fransisca,biaza dipanggil sisca atau cika. Aku anak tunggal. Tapi bukanlah hal yg begitu menyenangkan jadi anak tunggal itu. Aku tetap haruz berjuang demi hidupku. Tidak seenak anak2 tunggal yg lain, yg biza kuliah sampe slezai, biza ngehabiz uang ortu mereka, biza dapetin apa mau mereka, biza ngapa2in aja sesukanya. Beda banget dengan aku.
Saat ini aku menjadi guru lez privat. Ada saja sih yg menganggap remeh pekerjaanku karna gajinya kecil, tapi aku cinta sama pekerjaanku ini, menjadi guru adalah impianku sejak mazih TK, walau pada maza pertumbuhan kadang cita2 biza berubah, akupun begitu tapi tetap disamping cita2ku yg lain aku tetap ingin jadi guru. Karna itu begitu dateng kesempatan tawaran mengajar aku langzung menerimanya, karna itulah cita2ku. Pekerjaan itu yg biza membuat aku sedikit melupakan mazalah hidupku yg lain. Bergaul dengan anak2 yg lugu, lucu, membuat aku lupa sejenak dengan problemaku. Walau mereka kadang nakal tapi aku biza mengerti karna mereka mazih anak2.
Aku pernah mencoba kuliah PGTK agar biza jadi guru TK, tapi karna kekurangan biaya aku memutuzkan untuk berhenti. Sedih kalo inget itu.
Aku juga sayang kluargaku, mau mereka gimana2 aku tetap akan tetap jadi anak yg patuh.
Kalo bicara perazaan, skarang lagi naik turun nih. Kadang happy kadang sedih. Tapi semua kujalani apa adanya saja. Aku mensyukuri semua yg tlah Tuhan bri padaku. Aku ingin lebih menghargai hidupku. Aku ingin teruz blajar menjadi orang yg lebih baik dari hari kehari.
Saat ini aku menjadi guru lez privat. Ada saja sih yg menganggap remeh pekerjaanku karna gajinya kecil, tapi aku cinta sama pekerjaanku ini, menjadi guru adalah impianku sejak mazih TK, walau pada maza pertumbuhan kadang cita2 biza berubah, akupun begitu tapi tetap disamping cita2ku yg lain aku tetap ingin jadi guru. Karna itu begitu dateng kesempatan tawaran mengajar aku langzung menerimanya, karna itulah cita2ku. Pekerjaan itu yg biza membuat aku sedikit melupakan mazalah hidupku yg lain. Bergaul dengan anak2 yg lugu, lucu, membuat aku lupa sejenak dengan problemaku. Walau mereka kadang nakal tapi aku biza mengerti karna mereka mazih anak2.
Aku pernah mencoba kuliah PGTK agar biza jadi guru TK, tapi karna kekurangan biaya aku memutuzkan untuk berhenti. Sedih kalo inget itu.
Aku juga sayang kluargaku, mau mereka gimana2 aku tetap akan tetap jadi anak yg patuh.
Kalo bicara perazaan, skarang lagi naik turun nih. Kadang happy kadang sedih. Tapi semua kujalani apa adanya saja. Aku mensyukuri semua yg tlah Tuhan bri padaku. Aku ingin lebih menghargai hidupku. Aku ingin teruz blajar menjadi orang yg lebih baik dari hari kehari.
Baru blajar
Baru blajar nuliz diblog nih. Kemaren2 diarynya dibinder, skarang coba pindah nuliznya diblog. Thanx utk sahabatku yg udah bikinin aku blog ini.
Rabu, 21 Juli 2010
Langganan:
Postingan (Atom)