Sabtu, 24 Juli 2010

Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku..

Pada tahun 1971 koran New York pozt menuliz kizah nyata tentang seorang pria yg hidup disebuah kota kecil di White Oak, Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yg cantik dan baik hati. Sayangnya dia tidak pernah menghargai iztrinya.

Satu malam dia memutuzkan untuk mengadu nazib ke kota bezar New York. Dia mencuri uang tabung iztrinya, lalu naik biz menuju utara, ke kota bezar, ke kehidupan yang baru. Bersama2 beberapa temannya dia memulai bizniz baru. Untuk beberapa saa dia menikmati hidupnya. Sex,gambling,drug. Dia menikmati semuanya.
Bulan berlalu. Tahun berlalug. Bizniznya gagal, dagn ia mulai kekurangan uang. Lalu ia mulai terlibat dalam kazuz kriminal. Ia menuliz cek palzu & menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naaz, dia tertangkap. Polizi menjeblozkannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia 3 tahun penjara.

Menjelang akhir maza penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan iztrinya. Dia rindu keluargannya. Akhirnya dia memutuzkan untuk menuliz surat kepada iztrinya, untuk menceritakan betapa menyezalnya dia. Bahwa dia mazih mencintai iztrinya dan anak2nya. Dia berharap dia mazih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin skarang sudah terlambat, oleh karna itu ia mengakhiri suratnya dengan menuliz, "Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau mazih ada perazaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau mazih mau aku kembali padamu, ikatkan sehelai pita kuning bagiku, pada satu2nya pohon beringin yg berada dipuzat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa2. Aku tidak akan turun dari biz, dan akan teruz menuju Miami. Dan aku berjanji tidak akan pernah lagi mengganggu engkau & anak2 seumur hidupku.

Akhirnya hari pelepazan tiba. Dia sangat gelizah. Dia tidak menerima surat balazan dari iztrinya. Dia tidak tau apakah iztrinya menerima suratnya ataupun skalipun dia membaca suratnya, apakah dia mampu mengampuninya?? Dia naik biz menuju Miami, Florida, yg melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat gugup. Seizi biz mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir buz itu, "Tolong, paz lewat White Oak, jalan pelan2... Kita mezti lihat apa yg akan terjadi..."

Hatinya berdebar2 saat biz mendekati puzat kota White Oak. Dia tidak brani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deraz. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetez dimatanya. Dia tidak melihat sehelai pita kuning. . . Tidak ada sehelai. . . Melainkan ada seratuz helai pita2 kuning... Bergantungan di pohon beringin itu. . . Ooh. . . Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning !!!!!!!!!!!!!


aku ingin mencintaimu sesederhana & setuluz wanita pengikat pita kuning itu.

copaz.

1 komentar:

  1. hmp,,, sayang bgt endingnya kayak ngambang gitu,,
    coba pas diakhir crita ada tambahan kayak gini

    "lalu pria itu turun dr bis, di mendekati pohon beringin terebut, dia mencoba mencari istrinya,,,
    tapi,,,,
    iatak menemukannya, si pria bingung, ia bertanya dalam hati apakah istrinya yg mengikatkan pita-pita itu??,
    lalu, si pria duduk di kursi kayu di bawah pohon beringin, dan tiba-tiba air matanya jatuh, ia menangis, ia berfikir, mungkinbukan istrinya yg mengikatkan pita2 itu,,, tapi hanya kebetulan...
    dan......
    tiba-tiba, seseorang memegang pudaknya dr belakang, tersenyum haru pada pria itu, lalu pria itu menoleh, alangkah senangnya pria itu, ternyata orang tersebut adalah istrinya, istri yg dulu sangat ia cintai sampai saat itu, keduanya mengharu biru, berpelukan erat melepas rindu yg teramat berat.........."

    hahhaha
    gila, keren ya...
    :D

    BalasHapus